Home Kabar Daerah Puluhan Meter Tanggul Bronjong Runtuh, Jembatan Vital dan Pemukiman Warga Dusun Kanang Terancam

Puluhan Meter Tanggul Bronjong Runtuh, Jembatan Vital dan Pemukiman Warga Dusun Kanang Terancam

64
0
SHARE
Puluhan Meter Tanggul Bronjong Runtuh, Jembatan Vital dan Pemukiman Warga Dusun Kanang Terancam

Bidikperistiwa.my.id_ Polewali Mandar_ Kerusakan tanggul bronjong penahan tebing sungai di Dusun Kanang, Desa Batetangnga, Kabupaten Polewali Mandar, kian mengkhawatirkan. Sepanjang sekitar 50 meter struktur penahan tebing itu telah runtuh dan hanyut terbawa arus dalam dua gelombang banjir besar dua tahun terakhir. 

Jika musim hujan tiba abrasi yang terus melaju mengancam fondasi jembatan penghubung vital, tiang listrik utama, hingga deretan rumah warga. Musim hujan yang segera tiba dikhawatirkan memperparah keadaan jika tidak segera ditangani.
 
Herman, warga setempat, menceritakan bahwa kerusakan terjadi secara bertahap. 

"Awalnya sekitar dua tahun lalu, bronjong penahan ini mulai bergeser dan jatuh. Lalu pada musim hujan tahun kemarin, runtuh lagi dan hanyut terbawa arus," ungkapnya saat ditemui di lokasi, Senin (7/9/2026).
 
Ambruknya material bronjong kini menyisakan ancaman serius. Tebing sungai yang terus terkikis menyebabkan fondasi bawah jembatan runtuh secara perlahan. Selain itu, tiang listrik utama yang berdiri di dekat bibir sungai rawan tumbang jika erosi kembali terjadi. Jembatan tersebut merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan Desa Batetangnga dengan Desa Kaleok serta dusun-dusun tetangga yang padat penduduk. Jika jembatan tersebut roboh, mobilitas dan aktivitas ekonomi warga dipastikan lumpuh total.
 
Tanpa adanya struktur penahan tebing yang kokoh, luapan air dan longsor susulan pada musim hujan mendatang dikhawatirkan langsung menerjang deretan rumah warga yang berada tepat di dekat titik lokasi abrasi.
 
Melihat struktur bronjong terbukti tidak kuat menahan terpaan banjir, warga meminta pihak terkait tidak lagi menggunakan konstruksi serupa untuk penanganan jangka panjang. 

"Pengalaman kami, bronjong tidak bertahan menahan luapan air yang besar. Warga berharap pemerintah bisa membangun dinding penahan menggunakan batu gajah, karena struktur batu gajah terbukti lebih kokoh dan tahan lama di titik lokasi lainnya," tegas Herman.
 
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Batetangnga, Sumaila Damang, membenarkan kondisi memprihatinkan itu. Ia menjelaskan bahwa pihak desa telah berulang kali memasukkan usulan perbaikan penahan tebing sungai ke dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta anggaran daerah membuat pembenahan skala besar belum bisa direalisasikan.
 
"Sebetulnya di Desa Batetangnga ada beberapa titik yang sangat terancam jika musim hujan tiba akibat luapan air sungai yang deras. Karena keterbatasan anggaran, kami sangat berharap ada respon cepat dari Balai Wilayah Sungai (BWS) maupun program dukungan seperti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)," jelas Sumaila Damang.
 
Saat ini, warga beserta pemerintah desa berharap adanya langkah konkret dan respons cepat dari instansi kementerian terkait maupun pemerintah daerah sebelum musim penghujan tiba dan memicu dampak yang lebih parah.